Iwan Tirta VS Danar Hadi (two Indonesian batik maestro)

Iwan Tirta dan Danar Hadi adalah dua desainer perintis batik di Indonesia. Selain kedua nama, ada juga dikenal di antara nama-nama desainer: Carmanita, Ghea Panggabean, Era Soekamto, Poppy Dharsono, Edward Hutabarat, Chossy Latu, Lenny Agustin. UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009. Tanggal itu pula dijadikan sebagai Hari Batik Nasional. Pada kesempatan ini, kita ingin mengamati sekilas motif batik Iwan Tirta dan Danar Hadi.

Iwan Tirta adalah maestro batik Indonesia. Batiknya banyak menginspirasi desainer batik lainya. “Ada pakem yang dijaga, dan ada inspirasi yang dikembangkan, itu yang selalu ia terapkan,” ujar Poppy Dharsono ketika membuka pameran “Tribute to Iwan Tirta: Unveiling the Untold Story” pada tahun 2013. Ada sekitar 6.000 desain batik yang Iwan Tirta wariskan untuk bangsa dan negara ini sehingga pemerintah menganugerahinya Bintang Budaya Parama Dharma pada Agustus 2015.

Danar Hadi juga seorang maestro batik Indonesia. Batik Danar Hadi adalah merk usaha batik yang dikelola H. Santoesa Doellah dan isteri. Doellah dianggap trah perajin batik yang hidup di lingkungan keluarga perajin batik. Isteri Doellah juga dari keluarga perajin batik di kota Solo. Merek dagang batik Danar Hadi adalah gabungan nama Ibu Hj. Danarsih dan nama ayahnya, H. Hadipriyono.

Batik Iwan Tirta dan Danar Hadi sudah terkenal. Ciri khas batik keduanya berbeda sehingga dikenal Batik Iwan Tirta dan Batik Danar Hadi. Setelah meninggalnya Iwan Tirta, didirikanlah Yayasan Pusaka Iwan Tirta. Sebaliknya, PT Batik Danar Hadi mendirikan Museum Batik Danar Hadi pada 2008.

Seperti yang dikatakan Desainer Poppy Dharsono, motif batik Iwan Tirta memiliki khas dengan pakem dan filosofi di baliknya. Misalnya, motif batik Pisan Bali Mangar Latar Truntum sebagai batik adiluhung Iwan Tirta sarat dengan filosofi di dalamnya. Iwan Tirta menggali masa lalu dalam bentuk desain busana yang anggun. “Iwan Tirta selalu mengembangkan motif-motif kuno,” kata Creative Director Era Soekamto dari Iwan Tirta Private Collection.

Motif batik Danar Hadi juga kaya dengan motif-motif. Ada ragam corak parang, kawung, nitik dan bunga. Motif-motif batik itu dikombinasikan dengan motif lebih modern seperti houndstooth, diamond, tartan dan checkered. Terlihat ada perpaduan antara budaya Timur dan Barat.

Berkenaan dengan pengaruh terhadap motif batik Iwan Tirta, ada peragaan busana dengan konsep Art Collection Past, Present dan Future. Seperti dijelaskan oleh Creative Director Iwan Tirta Private Collection di atas, visi Iwan Tirta adalah memasukkan filosofi masa silam (past), mengedukasi masyarakat (present), dalam sebuah tampilan yang modern (future). Tetapi, semuanya tetap mempertahankan esensi dari motif batik itu sendiri. Filosofi itu berasal dari motif batik klasik di Indonesia sehingga Iwan Tirta memiliki 10.000 motif batik Iwan Tirta.

Motif Danar Hadi awalnya mendapatkan pengaruh dari batik Solo. Di awal usahanya batik Danar Hadi lebih mengikuti pola batik klasik. Karena tuntutan pasar, motif batik Danar Hadi mengikuti selera pasar. Hal ini melahirkan motif batik khas Danar Hadi sendiri.

Inilah sekilas sejumlah ciri khas Batik Iwan Tirta dan Batik Danar Hadi. Bila kita lebih dalam menggali, banyak kekayaan filosofi berada di balik desain maestro batik Indonesia. Inilah cara kita memahami pakaian yang kita pakai.

Leave a comment